![]() |
| Kondisi pemandaman api di kawasan Kawah Ijen (Foto: Nusabali.com) |
Banyuwangi (AsiaNews24) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur menutup sementara kegiatan kunjungan wisata ke Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen mulai Jumat, 4 September 2026. Keputusan tersebut diambil setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merambat ke kawasan sekitar destinasi wisata.
Kawasan TWA Kawah Ijen yang berada di wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan dilakukan sebagai langkah untuk mengurangi risiko terhadap wisatawan selama kondisi di sekitar kawasan masih belum aman.
Kebakaran diketahui merembet hingga mendekati Pondok Bunder, yang merupakan bagian dari jalur pendakian menuju Kawah Ijen. Kondisi tersebut membuat jalur pendakian turut dihentikan sementara.
Untuk memantau perkembangan kebakaran, petugas menyiapkan pos pemantauan di kawasan Paltuding. Pos tersebut didukung kendaraan pemadam kebakaran, kendaraan operasional BPBD, dan personel yang bertugas melakukan pemantauan serta penanganan di lapangan.
Penanganan kebakaran menghadapi kendala karena sebagian lokasi berada di medan yang sulit, termasuk area dengan tebing dan jurang yang curam. Kondisi tersebut membuat akses kendaraan menuju sejumlah titik kebakaran menjadi terbatas.
Petugas juga menyiapkan sekitar 15 unit jet pump dengan kemampuan semprotan hingga sekitar 15 meter. Selain penanganan dari darat, BPBD Banyuwangi berkoordinasi dengan BPBD Jawa Timur untuk membahas kemungkinan penanganan melalui jalur udara.
Penutupan akan diberlakukan sampai kondisi kawasan dinilai cukup aman untuk kembali menerima wisatawan. Selama periode tersebut, pemantauan terhadap perkembangan titik api dan jalur pendakian terus dilakukan oleh petugas terkait.
