Erupsi Anak Krakatau Picu Penutupan Bandara Soekarno-Hatta, Puluhan Penerbangan Terdampak

Jumat, 04 September 2026 | 22:22 WIB

Bagikan:
Situasi Bandara Soetta saat penutupan sementara (Foto: ketik.com)

Tangerang (AsiaNews24) - Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sempat ditutup sementara setelah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terdeteksi di kawasan bandara. Penutupan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan sebagai langkah keselamatan penerbangan.


Berdasarkan NOTAM A3341/26, operasional penerbangan Soekarno-Hatta dihentikan mulai pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB pada Minggu, 6 September 2026. Keputusan tersebut diambil setelah hasil paper test yang dilakukan pada pukul 00.35–01.05 WIB menunjukkan adanya indikasi abu vulkanik di area bandara.


Sebelum penutupan diberlakukan, data pemantauan hingga Sabtu (5/9) pukul 22.00 WIB mencatat terdapat 33 penerbangan yang terdampak. Pada penerbangan internasional, tercatat 16 pembatalan, tujuh penundaan, dan lima penjadwalan ulang. Sejumlah rute yang terdampak antara lain Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur. Untuk penerbangan domestik, terdapat empat pembatalan dan satu penerbangan yang dialihkan.


Namun, perkembangan berikutnya menunjukkan bahwa penutupan tidak langsung berakhir pada pukul 05.30 WIB. Otoritas Bandara Soekarno-Hatta kemudian memperpanjang penghentian operasional hingga pukul 09.30 WIB karena kondisi sebaran abu vulkanik masih menjadi perhatian. Pengguna jasa diminta memeriksa kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat.


Perkembangan selanjutnya juga menunjukkan bahwa dampak abu vulkanik terhadap penerbangan masih berlangsung. AirNav Indonesia memperbarui NOTAM terkait kondisi ruang udara yang terdampak. Penutupan sementara juga diberlakukan di sejumlah bandara lain, termasuk Halim Perdanakusuma dan Radin Inten II, seiring perkembangan sebaran abu Gunung Anak Krakatau.


Erupsi Gunung Anak Krakatau sendiri terus menjadi perhatian. ANTARA melaporkan bahwa rangkaian erupsi sejak Jumat (4/9) malam terindikasi berupa pancaran lava (lava fountain), dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi gempa letusan mencapai 21.600 detik. Data tersebut disebut sebagai intensitas letusan tertinggi yang tercatat sepanjang 2026 hingga saat laporan tersebut dibuat.


Dampak terhadap penerbangan juga cukup besar. InJourney Airports kemudian mencatat sebanyak 209 pergerakan penerbangan terjadwal di Terminal Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengalami pembatalan akibat dampak erupsi Anak Krakatau.


Dengan kondisi tersebut, penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari atau menuju Soekarno-Hatta perlu memeriksa informasi terbaru dari maskapai dan pengelola bandara karena status operasional dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik dan NOTAM yang diterbitkan otoritas penerbangan.

Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI