Prabowo di EEF Rusia: Keberhasilan Pembangunan Harus Terasa hingga Kehidupan Keluarga | Asia News 24

Prabowo di EEF Rusia: Keberhasilan Pembangunan Harus Terasa hingga Kehidupan Keluarga

Kamis, 03 September 2026 | 5:30:00 PM WIB

Bagikan:
Presiden Prabowo saat berada di Eastern Economic Forum (EEF) 11 di Rusia. (Foto: Biro Pers dan Media Kantor Kepresidenan RI)

Jakarta (AsiaNews24) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak seharusnya hanya dilihat dari tingginya angka pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, ukuran utama pembangunan adalah sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat menjadi tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Ia menilai pembangunan tidak boleh hanya menguntungkan kelompok tertentu, melainkan harus memberikan kesejahteraan secara lebih luas kepada masyarakat.

Prabowo menggambarkan keberhasilan pembangunan melalui kondisi nyata yang dihadapi keluarga biasa. Misalnya, apakah anak-anak memperoleh makanan bergizi, petani dapat mengakses pupuk dan menjual hasil panennya dengan harga yang layak, keluarga memiliki tempat tinggal yang pantas, serta generasi muda mendapatkan pekerjaan yang produktif.

Selain itu, pemerintah juga harus memastikan akses listrik dapat menjangkau masyarakat hingga ke berbagai desa. Dengan demikian, pembangunan dinilai bukan hanya berdasarkan angka statistik, tetapi juga dari perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Dalam pidatonya, Prabowo turut memaparkan sejumlah program dan arah kebijakan pemerintah Indonesia. Beberapa di antaranya adalah program Makan Bergizi Gratis bagi anak-anak dan ibu hamil, upaya mencapai swasembada pangan, penguatan ketahanan energi, serta percepatan program hilirisasi industri.

Menurut Prabowo, kebijakan tersebut bertujuan agar sumber daya alam Indonesia tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah. Pemerintah ingin sumber daya tersebut mampu menciptakan industri, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan di dalam negeri.

Prabowo juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam melindungi kelompok masyarakat yang lebih rentan, mengelola kekayaan nasional secara bertanggung jawab, memberantas korupsi, dan melakukan investasi untuk kepentingan jangka panjang bangsa.

Di sisi lain, ia menilai Samudra Pasifik seharusnya tidak dipandang sebagai pemisah antara Indonesia dan Rusia. Prabowo menyebut kawasan tersebut justru dapat menjadi penghubung bagi kerja sama ekonomi kedua negara.

Kehadiran Prabowo dalam EEF ke-11 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Indonesia dan Rusia, khususnya dalam bidang perdagangan, investasi, energi, serta kerja sama ekonomi di kawasan Asia-Pasifik.

Bagikan:
KOMENTAR