![]() |
| Presiden Prabowo saat menghadiri Forum EEF 11 di Rusia (Foto: BPMI Setpres) |
Vladivostok (AsiaNews24) - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara berpotensi menjadi penghubung untuk mempertemukan kepentingan investasi strategis antara Indonesia dan Rusia.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam forum Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok, Rusia. Menurut Presiden, Danantara memiliki peran penting dalam mendukung pembiayaan berbagai proyek yang dinilai memiliki prospek dan manfaat strategis bagi kedua negara.
Prabowo juga mendorong kerja sama antara Danantara dan lembaga investasi Rusia, Russian Direct Investment Fund (RDIF). Kedua pihak diharapkan dapat bersama-sama mengidentifikasi peluang proyek yang layak untuk memperoleh pembiayaan.
Dengan aset kelolaan yang besar, Danantara dinilai memiliki kapasitas untuk menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas kerja sama investasi internasional Indonesia. Kehadiran lembaga tersebut diharapkan dapat membantu mempertemukan pasar modal dengan kebutuhan pembangunan proyek-proyek strategis.
Selain membahas peran Danantara, Prabowo turut mengajak kalangan dunia usaha Rusia untuk meningkatkan investasi dan membangun kerja sama yang lebih luas dengan Indonesia. Ia menekankan pentingnya menciptakan nilai tambah melalui pembangunan industri dan kegiatan produksi bersama, bukan hanya mengandalkan perdagangan barang.
Kerja sama Indonesia dan Rusia juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan di berbagai sektor, termasuk energi, pangan, industri, dan bidang strategis lainnya. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua negara dalam jangka panjang.

