![]() |
| Presiden Prabowo saat menghadiri Forum EEF di Rusia (Foto: Setkab RI) |
Jakarta (AsiaNews24) - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkap sejumlah peluang kerja sama yang dibahas dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, pada Kamis (3/9/2026). Pembahasan mencakup sektor pupuk, energi dan sumber daya mineral, hingga industri perkapalan.
Salah satu tindak lanjut yang disebut Rosan adalah penjajakan investasi Pupuk Indonesia untuk mengembangkan fasilitas produksi pupuk urea di Vladivostok. Pupuk Indonesia dan pihak terkait melakukan joint study untuk menilai potensi serta kelayakan investasi tersebut. Lokasi Vladivostok dinilai memiliki posisi strategis karena menghadap kawasan Pasifik yang selama ini menjadi salah satu pasar penting bagi produk Pupuk Indonesia.
Selain sektor pupuk, kedua negara turut mengeksplorasi peluang kerja sama di bidang energi dan sumber daya mineral. Indonesia juga membuka kemungkinan memperluas hubungan ekonomi dengan Rusia melalui berbagai proyek investasi yang dianggap memiliki potensi bagi kedua pihak.
Di sektor perkapalan, pertemuan tersebut juga membahas peluang kerja sama industri maritim. Rusia menawarkan teknologi kapal pengolahan ikan kepada Indonesia. Salah satu kapal yang diperkenalkan memiliki panjang sekitar 102 meter dan dirancang untuk memungkinkan pengolahan hasil tangkapan secara langsung di atas kapal.
Pertemuan Prabowo dan Putin berlangsung di tengah kunjungan Presiden Indonesia ke Vladivostok untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas hubungan ekonomi dan investasi antara Indonesia dan Rusia.
Rosan menyampaikan bahwa pembahasan tersebut masih mencakup sejumlah peluang dan tahapan penjajakan. Karena itu, proyek-proyek yang dibicarakan masih membutuhkan kajian lebih lanjut sebelum masuk ke tahap pelaksanaan investasi.
